memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Minggu, 07 April 2013

Mempersiapkan Anak Cerdas

ANAK CERDAS


Semua orang tua pasti menginginkannya. tapi, sering kali para orang tua salah kaprah dalam mengupayakan agar anak mereka cerdas dengan cara memaksakan anak yang belum siap menampung informasi yang begitu banyak, seperti menyekolahkan ke sekokah yang terkenal "bagus" dengan jadwal yang padat setelah pulang sekolah anak dipaksa untuk les di rumah belum lagi malamnya sebelum tidur lagi-lagi dipaksa untuk belajar. sedangkan orang tua itu sendiri tidak memantau secara langsung perkembangan anak sbuk dengan pekerjaan mereka dengan alasan itu semua juga untuk kebahagiaan anak. entah bagaimana pola pikir mereka, tak ingatkah mereka bagaimana rasanya menjadi anak kecil yang masanya senang bermain dengan teman, melakukan hal-hal baru tanpa aturan yang kejam ?? hal itu hanya akan menciptakan kejenuhan belaar pada anak, hingga minatnya hilang dan bakatnya pun terkubur.


Sebenarnya anak cerdas itu harus dipersiapkan mulai dengan 2 hal penting:

1. mempersiapkan menjadi ibu, hal ini tentu saja dmulai sebelum  pernikahan. seorang wanita hendaknya mempersiapkan lahir dan batin untuk menikah dan mendidik anak kemudian. 
 "wanita itu tiang negara. apabila wanita dalam negara tersebut baik, yakni moralitas, kecerdasan dan spiritualtasnya, maka kokohlah negara tersebut. sebaliknya, jika wanitanya buruk, maka hancurlah negara tersebut"

terdapat poin-poin penting yang harus diketahui serta dipelajari oleh serang wanita yaitu calon ibu diantaranya:
  • para ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya sendiri. orang pertama yang akan menjadi sandaran bagi anak-anaknya, tempat bertanya, mengadukan halnya dan juga pelindungnya.
  • jawaban-jawaban yang diberikan serta kepedulian seorang ibu bagi anak-anaknya, sangat menentukan bagi masa depan anaknya.
  • karena ibu adalah guru pertama, maka ajaran-ajaran yang diberikan pada anaknya akan menjadi acuan bagi anaknya.
  • jika seorang ibu tak ampu mendidik dengan baaik, tidak peduli atau membiarkan anak-anaknya tumbuh liar, entah itu karena kesibukan atau kebodohannya, maka ibu yang demikian ini secara sengaja atau tdak telah 'menyiapkan' neraka bagi anak-anaknya.
  • setiap bayi yang dilahrirkan memiliki fitrah tauhid, orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hendi Suhendraya Muchtar

dari ibulah anak akan mempelajari banyak hal
Poin-poin tersebut dapat disimpulkan bahwa yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak itu adalah ibu. bila tidak ada kepedulian ibu untuk kecerdasan anak maka akan sulit, karena ibu merupakan faktor utama untu meningkatkan kecerdasan anak. salah jika orang tua malah menitipkan anak mereka pada baby sitter apaagi pada pembantu rumah tangga yang belum jelas  bagaimana kepribadian serta pendidikannya yang akan mempengaruhi banyak hal pada anak. selain itu, pada usia 0-3 tahun merupakan masa keemasan anak, dimana otak anak akan sangat berkembang denga cepat dan baik. pada usia itulah anak tentu saja ada pada pengasuhan ibu. pada masa itu tentu harus bisa dimanfaatkan dengan baik. yang perlu diingat, jangan ada paksaan, lakukan semua dengan menyenangkan sesuai dengan jiwa anak.  pada usia itu, hendaknya dilakukan rangsangan-rangsangan yang akan membentuk sinaps-sinaps yang bagus, sehingga akan menadi pondasi untuk kecerdasannya menerima informasi dimasa yang akan datang.

2. mempersiapkan lingkungan, tentu sudah sangat umum diketahui bahwa  lingkungan berperan penting pada perkembangan seseorang. para orang tua atau calon orang tua harus mempersiapkan lingkungan yang baik untuk calon anak cerdas mereka, diantaranya:
  • memikirkan dan memilih tempat tinggal yang kondusif, baik secara fisik maupun untuk kepentingan pembelajaran.
  • sedapat mungkin pilihlah tempat tinggal yang sedekat mungkin dengan masjid.
  • rancanglah rumah kita betapapun sederhananya bentuk dan sempitnya rumah itu, sebagai tempat pembelajaran dan mendorong anak untuk belajar.
Hendi Suhendraya Muchtar





Memilih rumah di tempat yang dekat dengan masjid itu bertujuan menjadikannya sebagai pembelajaran dengan contoh nyata. karena seorang anak itu adalah peniru ulung, maka  dekatnya rumah kita dengan masjid dan jauh dari tempat yang berengaruh buruk bagi anak maka akan menjadi contoh yang baik bagi anak. tentu ayahnya juga harus memberikan contoh baik juga.
rumah yang kondusif dan mendukung kepentingan pembelajaran anak tak perlu yang mewah, yang terpenting adalah nyaman. kenyamanan sangat penting bagi perkembangan anak.
hal-hal yang telah diuraikan tersebut merupakan sebagian kecil dari faktor pendukung untuk mempersiapkan anak cerdas. tapi kesungguhan dari orang tuanyalah yang akan menghasilkan yang terbaik bagi anak dan generasi penerus yang cerdas dan berkhaqul karimah. 
semangat dan sukses bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar