memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Senin, 07 April 2014

BeginilaH



Teriakan alarm di subuh kemarin sama sekali tidak mengganggu tidurku. . aku tidur lelap, seperti orang pingsan. Lelah ? sepertinya tidak, mungkin karena aku kurang tidur saja.
Ku awali hari kemarin dengan kacau . . tersentak bangun kesiangan, karena seharusnya aku sudah siap berangkat ke tempat seminar. Segera mendatangi kamar mandi dengan tergesa menarik baju secara acak dari lemari pakaian dan meminta tolong adikku menyetrikanya :D :D tiba-tiba hpku berdering dan terdengar suara seorang perempuan di ujung sana yang yang tak asing ku dengar. Ibuku, sekedar memastikan apa aku jadi pergi ke tempat seminar atau tidak. 

Ibu, selalu menjadi orang yang paling tau dan paling ingat dengan kegiatanku, keadaanku dan keinginanku. Love u Ibuuuuuuuuu......... :*

Sampai di tempat seminar, aku mendapat sms dari 'dia'. Kata-kata yang sempat membuatku teggelam di dalamnya, mengalihkan perhatianku dari kebisingan di ruangan seminar hari itu. Walau akhirnya setelah beberapa sms saling berbalas, aku kembali pada kegiatan hari itu. Tapi lagi-lagi ada yang mengacaukan konsentrasiku, seorang bunda . . salah seorang teman sekelasku yang juga hadir di acara seminar itu tiba2 mengirim bbm padaku, yang isinya . . cukup memprovokasi aku .hadeuuh . . cuman bisa mengelus dada, jangan terpancing !!!
Seminarnya cukup menyenangkan. . materi Teknik Mendongeng dari Kak Awam (Salah satu Master Dongeng Indonesia) sangat menarik. Membuatku lupa dengan kekacauan di pagi hari, sms yang 'tak biasa' dari dia, dan bbm provokatif dari bunda itu.

Waktunya ISOMA (Istirahat, Shalat, Makan) berhubung aku masih halangan untuk shalat, aku dan bund fit memburu makan siang . . di sela-sela itu . . kami ngobrol dengan orang2 yang ada di sekitar. Selesai makan, aku iseng membuka HP dan jari ini menyentuh Shortcut bergambar huruf 'F' . . ya Facebook. . perlahan jariku melihat deretan status di beranda dan "DEG" !! ada sesuatu yang membuatku tersentak. Kubaca perlahan sesuatu itu dan semakin tersentak dan terbelalak mata ini melihat sebuah foto bergambar buku dan tertera namaku di sana, itu status teh sosro yang menandai ndra . . teman 'dia'. AAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgggggggggggggggghhh  jadi ini maksud dari sms dia pagi tadi ?? mungkin itu teriakan hatiku saat itu. Segera kuamankan hpku itu kedalam kantong jaketku. Segera kualihkan perhatian pada obrolan bunda2 yang sedang bersanda gurau. . dan tertolong dengan kaka2 yang berdatangan usai shalat dan menambah suasana hangat di ruangan itu. Ah. . tapi rasanya ada magnet kuat yang menarikku dari keramaian dan kehangatan duniaku saat itu, dari tempat itu. Aku berusaha kuat duduk tegak dan tak membenamkan diri pada apa yang membuatku tersentak tadi. 
Acara seminar pun dimulai kembali, walaupun aku sudah mulai tidak fokus . . setidaknya aku masih bisa mengatur nafas . . meringankan sesak yang meliputi dada. Sampai acara selesai . . sampai di rumah, aku belum menghubungi dia. . aku memburu kaka dan menceritakan hal yang ku alami. Setidaknya aku ingin mendengar pendapat kaka soal ini dan meyakinkan diri agar aku tak salah mengambil sikap dan berkata-kata.

Sampai akhirnya aku sms dia, mengobrol beberapa saat memastikan semua prasangkaku dan akhirnya aku pamit untuk sejenak menghentikan obrolan. Karena. . rasa sesak yang ku tahan dari siang, bahkan mungkin di tambah sakit hati dan kesal dari pagi hari . . membuat butiran air mataku mendesak untuk keluar. Ya, akhirnya tangisku pecah . . sesegukan sendiri, bersembunyi di dalam selimut. . haha kekanak2an, memalukan.

Pikiranku melayang2 . . memikirkan semua itu, dimulai dari obrolan di pesan FB, teh sosro yang memulai percakapan, menanyakan ini itu, menciptakan obrolan yang sempat menggoyahkan keyakinanku, membuatku bingung dengan pilihanku hingga akhirnya dia meyakinkanku bahwa semua yang teteh itu bilang tidak benar adanya. Bukan dengan kata, tapi dengan sikap dan memakan waktu. Dan, beberapa waktu yang lalu. . teh sosro tiba2 me-remove pertemanan di FB ku. Aku hanya mengerutkan kening, diam dan menghela nafas . . apa salahku ? cukup sakit menerima perlakuan seperti itu. Tapi kuabaikan itu, tak kupermaslahkan dan tak ku perpanjang. Hingga akhirnya statusnya kemarin yang benar2 cukup membuatku tersudut, melukaiku sebagai wanita. Ya, aku wanita . . sama dengannya . !!!!

Dia . . Dia . . Dia . . Kekecewaan ini bukan karena merasa dibohongi. Kepedihan ini bukan karena meragukan dia. Tangis ini entah karena apa ?? Tapi satu hal yang ku syukuri, kalo saja aku lebih dulu melihat hal menyebalkan di fb itu sebelum dia menguatkanku, sebelum dia meyakinkanku. . mungkin saat itu aku udah ngamuk abis2an nyalahin dia. . tak ada pertimbangan dan akan menyudutkan dialah yang bersalah. Huaaaaaaaaaaaa . . . berbagai prasangka dan kemungkinan menerobos masuk ke dalam pikiranku. Mencoba merobohkan keyakinan dan kepercayaanku pada dia (LAGI). Istiqomahlah wahai hati, aku berusaha untuk menepis semua itu . . mengingat semua hal yang aku terima selama ini dari dia, sikap dia, aku tak peduli dengan masa yang sudah lalu. Toh saat ini dia ada di sampingku . . bukan di samping teh sosro itu. Buku itu sekarang ada di tanganku, dan tangan dia yang memberikannya padaku bukan pada teh sosro. 

ilustari : google
Aku sudah titipkan nama dia pada Tuhan untuk menjadi jodohku, pendampingku, menjadi imamku, menjadi ayah dari anak2ku. . selalu . . dalam setiap sujud, dan mungkin aku berdoa seperti itu lebih sering, lebih banyak dan lebih khusyu dari yang dilakukan teh sosro. Apa aku egois . . ?? Aku yakin tidak, karena pada akhirnya Tuhan yang menentukan segalanya bagaimana baiknya dan pasti indah untuk semua pihak . Semoga. . teteh mendapatkan ketenangan hati, keikhlasan jika akhrinya doaku yang Tuhan kabulkan. Semoga teteh mendapat jodoh yang baik menurut Tuhan. Sebaliknya, aku juga akan ikhlas . . Tapi aku harap dia benar2 jodohku aaaaaaaaaaaaa......... galau . . rasanya ingin segera terjawab semua doaku ini. apa dia benar2 akan membuktikan bahwa dia sungguh memilihku? Hikz 


Tak seperti biasanya, aku selalu berusaha melonggarkan genggamanku . . takut membuat dia sesak. Kali ini, aku sungguh ingin memeluknya erat . . ke dalam hatiku. Bukan karena takut dia pergi, tapi aku takut orang lain merampasnya dariku ah .  perasaan apa ini ??
Segeralah . .  Kuatkan aku selalu, dampingi aku selalu . Aku takut waktu menggerogoti keyakinanku.



#ditemani rintikan hujan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar