memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Jumat, 25 Juli 2014

Pertemuan yang Indah Lagi

Senin, 23 Juni 2014 kembali menunjungi garut. Dari jauh-jauh hari sobatku zie memintaku main ke Garut mengajaku main ke rumah nifah sebelum kandungannya membesar dan sudah menggendong nanti pasti akan sulit untuk main. Hhe
Tentu saja entah sejak kapan setiap kunjunganku ke garut, pasti akan ada cerita tentang aku dan dia, daaaannnnnn selalu indah untuk kutulis dan dikenang kelak. J J tapi ada beberapa hal yg mungkin keliru karena sudah lama baru aku tulis sekarang, inipun karena ternyata dia menunggu obat ini.
Sampai di garut sekitar jam setengah sbelasan, kali ini dia sudah berdiri di sana menunggu kedatanganku untuk menjeputku, sweet . . he menuju ke rumahnya, seperti biasa tidak ada siapa-siapa. Istirahat sejenak, saling senyum g jelas (tapi itu yang selalu kurindukan, senyumnya . . senyumnya . . senyumnya, hhe) mengobrol basa basi tapi penuh perhatian, ah . . dia semakin membuatku nyaman. Senda gurau kini tak lagi membuat kami kaku. Kemudian, dia menagih balasan surat cinta padaku. Hahha aku malu sendiri memberikan padanya tapi akhirnya aku berikan, goresan-goresan pena gambaran perasaanku. Wkwk lebay selain itu, dia memberiku buku lagi untuk ku baca yang alhmdulillah saat ini sudah selesai. he

Tiba waktu shalat dzhur, kami segera siap2 kemudian shalat berjama’ah. Senangnya . . shlat di imami dia #LaGi ^_^ setelah berbulan-bulan g ketemu. Heu Selesai shalat kami ke pernikahan temannya, tempatnya jaaaaaaauuuuuuuuuhhhhhh hahah semakin menyadarkanku betapa luasnya garut itu. dia, yang ternyata tdk tau tempatnya kebingungan sendiri menanyakan keberadaan temannya. Hahah dia itu gemesyin banget siiiiih i I I I . . . tapi akhirnya ada salah satu temannya a nyanyang di tengah perjalanan lalu kami pergi bersama. Sampai di tempat pernikahan, pengennya sih kabur pulang soalnya banyak temen dia di sana. Ah, rasanya kejadian beberapa waktu lalu ketika di pernikahan saudaranya terulang. Malu, senyam senyum mengenaskan. Haha dia benar2 mempertemukanku dengan teman2nya. Ini manis, ini berarti banget buat aku, tapi sungguh ketika aku berada di sana, maluuu . . geer, salting gimanaaa gituh .hhu
Setelah menikmati hidangan di pernikahan itu dan teman2nya yg lain sudah pamit pulang duluan, tinggal aku, dia dan a nyanyang yg tadi berbarengan bersama kami. Beristirahat sejenak karena gerimis lalu kami memutuskan untuk pulang (sebenernya mereka sih yg mutusin, aku ikut2 aja .haha) di tengah perjalanan berpapasan sama kang ucup, teman dia yg sebenarnya aku pikir dari kemarin janjian mau bareng ke pernikahan temannya tapi malah baru datang. Kamipun berpisah, dia mengajakku ke rumah a nyanyang, walau sempat salah jalan dan akhirnya sampai juga di tempat (entah dia g fokus atau sengaja ngejailin) hha
Di rumah itu, kami bercakap sebentar lalu dia mengajakku melihat foto2 serta video2 sewaktu dia KKN. Lucu2 semua membuatku terhibur, kemudian kami nonton film bersama, TEERA ZAMEN (sepertinya itu akan menjadi film favoritku sepanjang masa karena menjadi film pertama yg kami tonton bersama. Haha walau sebenarnya tidak kami tonton sampai habis. Wkwk gubrag). Kami shalat ashar berjamaah lagi di sana, dia imam aku lagi. Horee senangnyaaa . . Ah, ada bagian yg g aku suka nih . . perut aku sakit parah, sakitnya tuh bener bener sakit cenat cenut g jelas, g kayak mau buang air, g kayak masuk angin, mirip PMS tapi g juga .hhu karena sakitny banget banget, aku bilang sama dia. Tapi kemudian aku sadar kesalahanku, harusnya g bilang, g bikin dia cemas. Heu dia mengobatiku dengan segala bentuk perhatiannya, sikapnya . jadi ngerasa bersalah :’( .beberapa waktu berlalu, dia mengajakku jalan-jalan keluar. . menyusuri sepanjang jalan pasar wanaraja dan kemudian membeli onde2 kesukaanku. Haha catet! Ada kenangan aku dan dia di sana, sepanjang jalan itu. wkwk Waktu shalat maghrib pun tiba, kami shalat berjamaah LAGI !!!! yatta . . . yatta . . bahagianya banyaaaaaaaaakkkk banget, karena kali ini dia imami aku shalat dengan jahar, tidak sir sperti selama ini, terharuuu (aku ngetik bagian ini bari carinkdak, pengen lagiii. Hikz ) setelah shalat, berdoa kemudian tadarus al-qur’an bersama ini indah banget, semoga tak lama lagi kami akan mengulang hal indah ini setiap hari.hhe aamiin
Sudah lumayan malam, kami pamit pulang. Perjalanan pulang, dia menjalankan motornya dengan lembut (atau sengaja memperlambat perjalanan pulang? Itu hanya dia dn Allah yg tau. Hahahaha)  membeli susu beruang yg selalu bisa mengobati sakitku, juga obat masuk angin. Tak mengeluh, tak banyak kata, dia menunjukkan kasih sayangnya. Kemudian . . berhenti lagi sejenak membeli makan dan kamipun ke rumahnya, makan bersama. Ada mamahnya yg sepertinya sedang mengerjakan sesuatu dan sepertinya terganggu krn kedatanganku. Heu jadi g enak. Dia menyiapkan ini dan itu untukku, yang seharusnya dilakukan seorang istri utk suaminya. Selalu merepotkan, tapi dia sabar dgnku. Terharuuuuuu kondisi perut g enak, makanpun g enak jadi g abis makannya. Dia kemudian mengantarku ke rumah Ami, rencanaku utk menginap di sana. Mamahnya sempat menyuruhku menginap di rumahnya, sungguh sulit menolaknya tapi dia membantuku  hhe akhirnya kami pergi dan sampai di rumah Ami, aku benar2 berat berpisah dengannya setelah seharian bersama dia dia dia . . Senyum itu menyadarkanku masih ada hari esok utk bersama. Aku pun bermalam di rumah Amy dan beristirahat lebih awal karena ketika d diamkan sakitnya semakin terasa.
Di pagi hari, setelah mandi dan berdandan ria yg biasa2 aja . . ami mengajkku jalan2 ke luar rumah, sejuuuk udara garut membuatku segar. . kemudian uzie datang ke rumah amy, kami pun pergi menuju rumah nifah. Sayang, amy tidak bisa bergabung dengan kami. Sampai di rumah nifah kamikangen2an tentunya. Aaaa . . anaknya udah besar, lari ke sana kemari, ngoceh yg kurang aku mengerti apa maksudnya. Tapi bertemu anak2 selalu menyenangkan. Love u Lutfi & Irsyad :* semoga tak lama lagi kita bisa ketemu lagi yaaa . . masih kangen mereka, tapi uzie berencana utk pulang ba’da dzuhur, suaminya akan menjemput sekalian istirahat kerja. Ya, kondisi uzie yg sedang hamil membut suaminya khawatir uzie pergi lama2 tanpanya (aiiihhh co cweet, aku juga mau punya suami .haha). Dengan ragu2 dan sedikit g enak aku meminta dia menjemputku, ah . . malu ngerepotin tapi aku bingung juga harus ke mna aku pergi . . saat ini, di garut, cuman sama dia aku bisa berlindung. Heu
Di maktal, suami uzie sudah datang menjemput dan dia belum datang. Kami mengobrol sebentar sambil menunggu dia, sampai akhirnya dia datang aku tersenyum . . senyumku semakin mengembang melihatnya ada di hadapanku lagi . Kami berempat berpisah, aku dan dia, zie dan suaminya. Kami menuju rumahnya, ada mamahnya di sana. Mengobrol lagi, dia sedikit membahas surat yang kemarin aku berikan padanya, ah maluuu .hahaha kemudian ada dua temannya dtang,tak lama mamahnyamengajaku jalan2 pergi ke tempat saudaranya,tempat yang dulu aku di perkenalkan dgn banyaaak keluarganya d acara pernikahan. Aku mengiyakan utuk ikut mamahnya pergi, entah apa arti dari ekspresi yang ada di wajah dia. Tak mau berpisah, khwatir, terharu, senang ? aku tidak tau.heu
Diperjalanan, kami mengobrol (aku dan mamahnya) masih ada kekakuan di sana, masih ada aling serba salah, kadang bibir hanya diam sambil melangkahkan kaki. Senang, beliau sosok yang baik . . sama seperti anaknya. Sempat membahas soa kuliah dia ke jogja, membhas juga soal lamaran dan aku jadi malu. Wkwk banyak hl yang kami obrolkan, beliau juga berpesan beberapa hal (biar aku saja yang tau ah hahaha). Sepanjang perjalanan juga banyak banget org yang nyapa kami, beliau memperkenalkan siapa mereka dan siapa aku, tapi masih saja aku tetap tdk ingat. Hhe sampailah di sebuah rumah, mengobrol, nnton dan di suguhi makanan, ada juga adiknya ke sana ah . . malu. Dan aku iseng sms dengan dia. Sampai akhirnya kami pulang, kemudian dia datang menjemputku (g enak juga mereka jalan kaki sedangkan aku ikut dia naik motor. Hhe) Di rumahnya, aku shalat kali ini tanpa dia. hikz  tapi tak apalah, yang penting setelah shalat masih ada dia di dekatku. He mengobrol, nonton kemudian makan lagi. Entah sudah sebanyak apa aku merepotkan dia. heu teman2nya pulang, kami mengantar mereka di ujung pintu. Manis, mungkin seperti inilah jika kelak kami sudah menikah, indah itu yg dia katakana usai temannya pergi (ya, aku juga berpikiran sama dengannya, jadi pengen cepet2 deeeh .hahaha kamipun shalat maghrib berjamaah, dan lelahku tak tertahan. Dia benar2 menjadi pelindungku dua hari itu, benar2 melindungiku dengan caranya. Membiarkanku istirahat sejenak dan aku lupa entah dia atau aku yg memutuskan utk segera ke tempat ega tempat keduaku menginap. Mamahnya benar2 menyuruhku menginap di rumah dia, khawatir tak mengijinkanku menginap di tempat orang lain. Tapi aku masih kekeuh aja g mau. Aduuuh bener2 g enak deh.
Di tempat ega,mengobrol bberapa saat ega penasaran dengan org yg mengantarku, menyebutkan beberpa org nama cowo smpai niat banget buka foto2 masa PLKJ Aliyah dulu, akhirnya ketebak juga.he malu. Kami pun istirahat walau masih saja berisik dengan beberapa org di sana yang membuatku sulit memejamkan mata (yaaah karena di sana asrama dan ternyata teman2 ega banyak yang masih di sana)
Pagi terakhir di garut, aku mandi dan bersiap2 untuk pulang. Haha PeDe banget. Ega mengajaku sarapan nasi kuning yang lezat di ujung pedagang sana. Haha jalan2 pagi lagi segeeer . Aku berniat utk pergi ke rumah ami sendiri utk mengambil barangku yg ketinggalan, tapi dia kkeuh memintaku menunggunya agar pergi bersama (terharu dengan semua perhatiannya, tapi sungguh aku takmau merepotkannya terus, aku yakin dia lelah, mengantarku, menjemputku kesana, kemari,belum lagi mengantar dan menjemput ibunya, ayahnya atau adiknya.hikz dia semakin mengagumkan) menunggu dia menjemput sambil ngobrol dengannya.

Dia datang, ega senyam senyum aku pun ikut senyam senyum. He menuju ke rumah ami mengambil barangku yg ketinggalan. Lalu ke rumahnya, mamahnya memeberiku sesuatu sebuah mukena. Ahahaha beliau camer yg co cweet deh .he tak lama, dia memasukkan sesuatu ke kantong tmpat mukena dari mamahnya, saat kutengok ternyata itu sebuah surat, ya . . surat cinta. Hahay dia pamit sebentar utk mengantar mamahnya, aku membaca surat balasan darinya tapi baru juga satu paragraph dia sudah kembali, langsung ku masukan lagi surat itu. Dia menyuruhku istirahat sejenak, karena dia harus ke sekolah sebentar mengantarkan stempel kalo tdk salah. G trasa, aku terlelap . . sejenak. Tapi saat membuka mata dia ada dia selalu ada. (Hikz jadi kangen beratniiihh) kemudian terjadilah saat2 yang tidak diharapkan, membahas soal kuliahnya ke jogja. Padahal belum pasti jadi atau tidak, tapi tiap2 kesedihan menyeruak, air mata tak terbendung mengalir . . berlinang, sekuat tenaga aku menahannya tapi tak berhasil. Dia, dengan caranya menenangkanku. Menjadi tempatku bersandar saat itu, saat aku benar2 butuh tmpat bersandar. Aku rasa cukup lama kami tenggelam dalam kesedihan, semakin membuatku sedih melihat air mata juga ternyata menetes di mata indahnya :’( Menghentikan kesedihan itu, mencoba biasa lagi dan mamahnyanya pun datang. Aku memutuskan utk pulang .. pamit pulang ke rumahku. Terimakasih utk moment manis itu sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar