28 februari 2015
Lewat sehari dari
tanggal sejarah bersatunya kami. Aku dan dia.
Ketika tepat setahun
hbungan kami, tak ada yang special, tapi semuanya terbyar pada tgl 28. Hari
itu, dia menyempatkan diri dari segala aktifitasnya di sana untuk menemuiku.
Bahkan pada cuaca yang kurang bersahabat saat itu.
Sore hari,
bahkan nyaris matahari terbenam dia
sampai di rumah. Lelah pasti, tapi senyumnya tak pernah menghilang dari wajah
manisnya.hhe
Dia datang bersama a
umarl. Istirahat sejenak, saling sapa, daaan . . semuanya mengalir begitu saja.
Mereka pamit kemudian untuk shalat. Dan saat merek masih d msjid, ibu datang
bersama adikku. Dan ketika aa kembli dari msjid mungkin kaget juga ada ibu di
rumah.
Mengobrol, saling
bertanya kabar, dan ada kalimat yan cukup mengejutkan. “besok d tunggu ya ke
rumah bapa”. Kaget, ibu g janjian dulu sama aku mau ngajak aa ketemu sama
bapak. Hikz perasaan ku kan jadi g karuan. Tapi dia mengiyakan, cukup lega
mendengar itu darinya. Semakin kagum, bisa bersikap seperti itu. hahaha
Setelah beberapa
lama, ibu pamit untuk pulang karena hari sudah semakin larut. Diantar adikku yang
kemudian menginap di sana. Kami mengobrol lagi. .haha Melihat2 foto bersama,
mlihat video2 lucu sampai aku tertawa geli. A umarl anteng di ruang tengah,
kakak anteng di kamarnya dengan fannan. He kami berdua anteng melepas rindu
bertahun-tahun tak bertemu. Wkwk
Tak terasa sudah
larut malam, akhirnya kami pergi ke tempat tidur masing2 dan beristitahat.
Walau sebenarnya malam itu aku sunggu sulit memejamkan mata. Aku gelisah
memikirkan bagaimana harus menghadapi hari esok, mempertemukan aa dan bapa.
Sungguh membuat pikiranku tak karuan. Hahaha sedangka dia ? sepertinya sudah
terlelap tidur di sana. -_-
Pagi2 bangun, dan
ada dia . aaahhh senangnya. Wkwk
Tapi kasian rasanya,
melihat aa lagi d pijit sama a umarl. Sakitkah dia ? khawatir . . tapi cukup
lega melihat senyumnya lagi. He membiarkan dia istirahat sejenak semoga bisa
kembali fit .
Kali ini, pergi ke
warung berdua dengan fannan. Entah kenapa dia enggan d gendong oleh aa. He
makan bersama dan masih dengan masakan kaka ku tercintah . .hehehe
Kemudian kami mandi
bergiliran dan bersiap2 untuk pergi ke soreang, ke rumah ibu dan bapa. Aku, aa
dan fannan boncengan motor. Adiku dan a umarl. Sedangkan kakak naik angkot
dengan alas an mau membeli kado dulu untuk temannya (walaupun aku tau, ini
untukku, agar aku bisa bersama aa. Sungguh, dia kaka terbaik . . mmuuach love u
.hehehe)
Sampai di tempat
tujuan, di rumah ada bapak, ibu dan aneu (pegawai toko). Bersalam, saling
lempar senyum daaan diam. Kaku, beku, hahaha aku jdi g enak duduk, bingung
harus gimana. Ibu sibuk mondar mandir ke sana ke mari. Sampai lama kelamaan
akhirnya obrolan pun dimulai dan kebekuan pun semakin mencair. Heheh cuman bisa
senam senyum mendengar obrolan yang cukup hangat mengalir di sana. Hhe
sedangkan a ucup entah menghilang ke mana .heu
Setelah hari semakin
siang, kami memtuskan untuk pulang karena rencananya aa akan pulang ke garut
siang hari menghindari hujan yang biasa datang sore hari. He lagi pula keadaan
di toko sepertinya agak sibuk karena hari minggu cukup banyak pelanggan yang
berdatangan.
Formasi pulangnya
masih sama, aku fannan dan aa, adiku dengan a umarl dan kakak sendiri. G enak
juga panas2 kakak sendirian naik angkuta umum tapi dia sungguh meyakinkan tak
apa2.
Di rumah, fannan
tertidur, a umarl istirhat adiku juga. Aku dan aa kangen2an n akhirnya masak
mie berdua karena aku sungguh lupa g beli makanan di jalan. Heu
Aa dan a umarl pamit
ke mesjid untuk shalat, tak lama kemudian datanglah nenek, bi rin, bi nur, bi
dha, yayas n sabin. Hahaha semua berkumpul, sedangkan aa sungguh lama tak
kembali. Sepertinya ketiduran di mesjid karena kecapean. Heu Ngobrol2, fto2 sampai akhirnya aa kembali
salaman, saling menyapa, lalu . . aa pamit untuk pulang karena hari sudah sore.
.
![]() |
| nasib jadi photograper, jdi g ikutan berfoto :( hahaha |
Nenek tetep bilang
aa manis, bi rin suka aa murah senyum, sedangkan bi nur bilang aa kayak aku “elegeun” wkwk. Daaan bi
dha bilang aa ganteng :D
Melepas aa pergi,
pulang ke Garut, sungguh berat. Huhu semoga tak lma lagi bisa bertemu yaaa . .
^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar