memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Senin, 06 Januari 2014

kunjungan pertama



Hm. . mulai dari mana ya ? hhe
Oke, dimulai dari obrolan lewat sms, dia mengabari tentang keberadaannya di sekitar bandung selama 5 hari. Dan dengan gurauan dia akan berkunjung ke rumah. Sampai pada waktunya, sore hari terbentuk segaris senyuman di wajahku membaca sms darinya “aku menuju ke sana”. Sibuk, dia berulang kali menelpon, menanyakan kendaraan apa yang harus dia naiki untuk menuju ke rumahku. Setelah beberapa kali menelpon, sempat turun melebihi tempat tinggalku dan akhirnya dia sampai, di gerbang perumahan tempatku tinggal, aku meminta adikku menjemput dia, tapi ternyata dia ditemani 3 teman.
Akhirnya aku berjalan keluar rumah dengan maksud menjemputnya, kasian juga kalo dia tersesat.he Dari kejauhan aku melihat dia dengan ketiga temannya, tidak sesuai petunjukku, dia malah belok kanan dan aku segera menelponnya untuk memberitahu jalan yang benar .hahaha aku mengikuti arahnya berjalan dan akhirnya dari ujung jalan aku melambaikan tangan. Deg !! dia berjalan mendekat, semakin dekat, dan dekat. Aku terpaku sesaat, Sumpah salting banget ! setelah sekian lama kenal, bertemu dan berteman baru kali ini aku berhadapan dengan dia, bukan sebagai teman biasa, tapi sebagai seorang wanita yang berhadapan dengan dia, pria yang entah sejak kapan mengisi hatinya yang terdalam .huaaaa lebay maksimal. Hahaha
Tibalah di rumah, tiga temannya duduk berdempetan di satu kursi panjang, sedangkan aku dan dia duduk bersebelahan tanpa bisa melihat satu sama lain kecuali aku harus sedikit memiringkan badan menengok sebelah ke kiri. Haha posisi yang aneh. Dia . . memperkenalkan ketiga temannya, satu persatu. . terharuuuuuu . . . dengan sikapnya ini. Beberapa kali mereka menyinggung soal pernikahan, candaan itu membuatku senyam senyum g jelas, haha tapi aku yakin dia tau aku belum siap soal itu, walaupun dia menanggapi candaan teman-temannya itu. Kakak ku tiba2 menghampiri dan menitipkan keponakanku yang lucu karena ada keperluan keluar sebentar, dan dengan semangat dia ingin menggendong ponakanku itu. Lagi, aku kagum melihatnya menggendong bayi. Salah satu temannya pamit untuk pergi ke mesjid, aku tunjukkan arahnya kemudian dua temannya yang lain ikut pergi. Tiba2 kponakanku menangis entah karena apa, haha dia bingung. . aku suruh dia berdiri untuk menenangkan keponakanku itu dan . . . tak berhasil :p akhirnya dikembalikanlah kponakanku itu pada ibunya. Hahaha sweet . . baru terpikir sekarang, kenapa tak aku abadikan moment manis itu ? hehe
Berbincang sebentar, lebih tepatnya dia bertanya dan aku menjawab. Sungguh, kaku sekali berhadapan dengannya tak seperti dulu, dulu . . apa karena ada perasaan ini dalam hati? entahlah . Adzan maghrib berkumandang, dia pamit untuk ke mesjid, tapi dengan gurauannya secara tidak langsung memintaku mengantarnya .haha aku diam memandang punggungya menjauh, dan tiba2 dia menoleh, kembali . . berjalan ke arahku, ada yang tertinggal, handphone nya yang sedang di charge di rumah. Kami kembali ke rumah dan aku berikan handphonenya lalu dia pergi ke mesjid.
Beberapa saat kemudian dia kembali dari mesjid, tapi sendirian. Kami kembali berbincang, sempat ada hal serius walau kembali dipenuhi tawa tak jelas. Hha aku salting banget ih. Wkwk kakak menyuguhkan mie rebus ketika ketiga temannya datang, dan aku yakin mereka kesulitan memegang mangkuk yang panas itu, tapi cerdasnya entah ide siapa itu. . mereka menggunakan alas cangkir untuk mangkuknya :D Selesai makan mereka keluar lagi dengan alasan panas (tapi sepertinya mereka sengaja memberi kami ruang untuk berbicara, walau ternyata kakak ada di balik lemari yang membuat dia tetap tak dapat banyak berkata-kata).
Aku berpindah tempat duduk, bukan maksud menjauh . . aku hanya ingin bisa melihat wajahnya. Wkwk tak jauh dari tempat dudukku ada tak selempang dengan gantungan kunci Chelsea, spontan aku memegangnya dan tersenyum mengatakan “eh Chelsea”. Dia, tiba2 melepaskan gantungan itu dan menyimpannya di kursi. Hahaha aku tak bisa berkata-kata, maluuuuuuuuu .heu

gantungan kunci "chelsea"

Hari semakin malam, sudah waktunya untuk pulang, khawatir tidak ada kendaraan untuk pulang. Huaaaaaaaaa tak rela rasanya dia harus pulang, aku hanya berharap waktu bisa berhenti sesaat, membiarkan kami berbincang, atau membiarkan aku sekedar melihatnya lagi dan lagi, mendengar suaranya atau apapun tentangnya. Tapi memang tak mungkin, mereka pamit pulang, aku mengantar sampai di ujung pintu lalu melangkah lagi ke teras, melihatnya menjauh langkah demi langkah ingin sekali menahannya pulang, ini sungguh membuatku gila. Hahaha
Senyum itu dia tinggalkan untukku di gerbang rumah, ya tepat di sana dia meninggalkan senyuman manisnya untukku, hanya untukku .wkwk PeDe tingkat tinggi.

Terimakasih sudah menjadi teman pertama yang mengunjungiku di rumah ini dan menjadi teman pertama yang berkenalan sekaligus menggendong keponakanku. hhe

#ruang hati yang berbunga ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar