memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Selasa, 22 April 2014

Kamu


Kuganti catatan semalam dengan ini.

Wahai jiwa yang kusayangi, maafkan aku.
Sepertinya hari ini aku terlalu malu menyapamu.
Aku terlalu haru olehmu.

Wahai pria yang kucintai.
Maaf untuk sakit yang kau rasa.
Maaf untuk kata yang buruk.
Maaf untuk sikap yang tak baik.
Dariku. .

Wahai kau yang di sana.
Yang ku harap menjadi imamku.
Menyerahkah dengan sifatku?
Akankah kau pergi?

Wahai kau yang selalu di hati.
Berkenankah tetap di hatiku?
Berkenankah tetap menyimpanku di hatimu?
Berkenankah memaafkanku?





#ah . .knapa wanita diciptakan serudet ini ? apa untuk menguji kesabaran pria? atau . . menguji wanita itu sendiri ? mampukah ?







Tidak ada komentar:

Posting Komentar