memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Senin, 14 April 2014

Model-model Pembelajaran untuk PAUD

Reni Nurapriani


Model pembelajaran adalah suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak.
Berbagai model pengembangan kurikulum bagi PAUD sangat diperlukan karena akan mengembangkan lembaga pendidikan yang sesuai dengan situasi dan kodisi alam, budaya dan kebiasaan yang ada dimasyarakat.

Beberapa model pembelajaran diantaranya adalah:
 1. —Model pembelajaran klasikal
 Model Pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang paling awal digunakan di TK, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat individu anak. Seiring dengan perkembangan teori dan pengembangan model pembelajaran, model ini sudah banyak ditinggalkan.
2. Pendekatan Tematik.  
Pembelajaran Tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang pengembangan untuk memberikan pengalaman yang bermakna pada anak (Kostelknik ,1991:17) 
3. Model Pusat Kegiatan Belajar (Sentra)/BCCT (Beyond Centre Circle Time).

—Model pembelajaran berdasarkan sentra memiliki ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas serta intensitas bermain.
—Model pembelajaran ini berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra bermain dan pada saat anak berada dalam lingkaran. 
—Pada umumnya pijakan/dukungan dalam model ini untuk mendukung perkembangan anak, yaitu pijakan sebelum bermain, pijakan selama bermain dan pijakan setelah bermain
4. Pengelolaan Kelas Berpindah (Moving Class Activity).  Pengelolaan kelas berpindah merupakan pengaturan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh guru daik didalam ruangan (indoor activity) ataupun outdoor (outdoor activity) dalam rangka melancarkan proses belajar dan pembelajaran pada anak.
5. Model Pembelajaran Berdasarkan Area (Minat)
 —Model ini pada dasarnya hampir sama dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan (sentra). 
—Model ini lebih memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. 
—Pembelajarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya. Kecuali itu juga menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak, pilihan-pilihan kegiatan dan pusat-pusat kegiatan serta peran serta keluarga dalam proses pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar