memberi yang terbaik dan meraih yang terbaik

Halaman

Sabtu, 25 Oktober 2014

Catatan yang tertunda 2


Melanjutkan catatan yg kemarin, dengan cerita yang berbeda. Hehe

07 Oktober 2014

Kedatangan keluarga aa, calon mertuaku. Hehe
Dia memberitahuku beberapa waktu sebelumnya mengenai ini. Senang, tentu saja tak perlu ditanya. Ini benar2 salah satu bentuk keseriusan darinya terhadapku.

Di rumah dari pagi udah sibuk aja beres2, lalu datanglah nenek dan bibiku. Ngobrol2 sebentar dan bibiku masih sempat saja “ngeleg” diriku. Hhu Ibu datang kemudian, acara masak memasak pun dimulai. . sibuk banget diwarnai rona bahagia dariku dan tegang pada ibuku. Yaaa . . pasti perasaan ibu campur aduk g karuan akan kedatangan calon besan.he dengan semua yang ibu lakukan, pasti ingin member kesan yang baik pada calon besan, calon mertua anaknya, yang kelak mau tidak mau ibu harus rela menitipkan anaknya di Garut nanti. Hhu

Kakak dan Fannan tak mau ketingggalan bergabung dalam kegiatan riweuh hari itu. Fannan merasa senang banyak yang bisa dia acak2 dan mainkan, tentu itu membuat semua orang di rumah tertawa geli melihat tingkahnya, kadang gereget juga saat rewel ma uterus mengacak brang2 dan makanan yang ada.

Smsn dengan ‘dia’ . . saling bertukar kbar. Kemudian ibu pamit dulu pergi karena ada urusan, hingga aa ku member kabar dia sudah sampai di Ciparay dan akan langsung datang ke rumah (tadinya rencananya aa sekeluarga akan pergi mengantar pamannya berobat dahulu baru mengunjungi rumahku)  . Hal ini sungguh mengejutkan, yang paling membuat perasaan g karuan karena ibu pergi dulu dan takutnya telat datang. Nenek, bibi, kakak pun ikut gelisah dan segera saja mondar mandir g jelas menyiapkan ini itu.

Daaaan . . benar saja, ketika aa ku tiba bersama keluarga, ibuku belum pulang. Cukup menggetkan ternyata dia datang bersama bapa, mamah, yun, ifa, kedua uanya, bibi dan keponakannya. Waaah . . aku cuman bengong aja, aku pikir hanya aka nada mamah, bapa dan yuni yang menenmaninya tapi ternyata cukup banyak juga. Heu

Gemeter sih engga, grogi iya. Hehe semua pikiran berputar di otakku. Yang terutama, takut cara penerimaan kami di sini tidak berkesan baik bagi keluarganya. Heu mempersilahkan mereka masuk dan duduk bersama, sedikit saling melempar pertanyaan yang sebenarnya cuman basa basi belaka. Aku duduk di dekatnya ‘aaku’ kami hanya bisa saling pandang dan tersenyum. Mengucap sepatah dua patah kata dan sisanya diam. Ingin sekali mengucapkan terimakasih dengan nyaring saat itu juga atas semua itu, atas hal yang telah dia lakukan untukku. Kedatangannya bersama keluarga telah meruntuhkan keraguanku padanya. Bukankah apa yang dia katakan selama ini benar adanya? Bahwa hanya aku satu2nya. Dan dia benar2 serius akan niatnya padaku.

Setelah beberapa lama dihubungi, akhirnya ibuku hadir . . pasti perasaan ibu g karuan. Heu kasian juga jadi bikin ibu terburu-buru.

Setelah menarik nafas sejenak, Ibu akhirnya mengobrol dengan keluarga aa . . senangnya melihat pemandangan yang teramat sangat indah itu. hhe padahal ini baru pertemuan dan perkenalan dua keluarga, belum benar2 acara resmi lamaran atau pernikahan, tapi sudah terasa sangat indah da membahagiakan.hhi terimakasih sayaaang untuk semua ini ^_^

Waktu shalat Dzuhur tiba, kemudian smuanya shalat, yang laki2 menuju msjid dan yang perempuan bergegas wudlu dan shalat di kamarku. Haduuuh malu banget rasanya, kamrnya berantakan. Heu tapi ada satu hal yang aku syukuri, aku belum menempel foto2 aku dan aa, juga tulisan2 iseng di diding kamar, karena kalau saja sudah aku tempel, malu doooongs sama camer. Hahaha Beberapa orang shalat dan beberapa orang ngobrol sejenak. Akupun sedikit memancing percakapan dengan Yun dan Ifa . . hal-hal ringan yang sedikit membangun keakraban kami. he

Setelah semua selesai shalat, kmi makan bersama. Pasakan karya nenek, ibu dan bibi semoga cocok di lidah mereka. Hehe di sela2 itu ada candaan . . suasana terasa hangat. Ah . . jadi rindu saat itu, kapan akan terulang lagi yaaa ?? he

Selesai makan, mengobrol lagi. Mengajak Fannan bercanda, aa mecoba menggendong Fannan beberapa kali tapi masih tetap saja dia tidak mau, nangiiis aja setiap mau digendong. He



aku, ibu, bibi, aa :)




bibi, aa, yun



Mengobrol, diam, bercanda, yaaa seperti itulah. Ibuku dan mamah aa masih terlihat kaku. Nenek mi bilang, wajar, pertemuan pertama pasti akan saling kgeer dan kaku, nanti juga akan biasa. He semoga di hati mereka menemukan kecocokan seperti halnya kecocokan hati anak mereka. Aku dan aa .hehe
Pulang, ah aku malas mengetik bagian ini.

Aa mewakili keluarganya pamit pulang. Kami semua bersalaman dan saling mengucap maaf juga terimakasih. Melihat mereka beranjak pergi jadi sedih . . apalagi menyadari aa ku juga berjalan menjauh dari hadapanku. Mereka semua naik mobil dan pergi. Kakak sempat menggodaku, katanya aku sedih mau ikut pergi ke Garut. Ya!! Itu memang benar sekali tepat sekali. Aku ingin ikut bersama aaku Fahrurroji . . hikz





Thanks my future husband ^_^ 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar